Indikator Pencapaian Komopetensi (IPK) adalah "Perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian Kompetensi Dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian. IPK dirumuskan dengan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang dapat diukur yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk dimensi pengetahuan (KI-3) KKO diklasifikasikan berdasarkan level kognitif Taxonomy Bloom. Level kogntitif Taksonomi Bloom ada 6 level, yaitu: 1) mengingat; 2) memahami; 3) mengaplikasikan; 4) menganalisis; 5) mengevaluasi; dan 6) mengkreasi.
Perumusan IPK HOTS
Enam level kognitif Taksonomi Bloom itu dibagi menjadi 3 level, yaitu:
- Level 1 (L1) untuk indikator soal LOTS (Lower Order Thingking Skills) level kognitif C1 (mengingat)
- Level 2 (L2) untuk indikator soal MOTS (Midle Order Thingking Skills) level kognitif C2 (pemahaman) dan C3 (aplikasi/penerapan).
- Level 3 (L3) untuk indikator soal HOTS (Higher Order Thingking Skills) level kognitif C4 (menganalisis); C5 (mengevaluasi); dan C6 (mengkreasi)Sementara untuk level dalam pembelajaran hanya dibagi 2, yaitu :
Sementara untuk level dalam pembelajaran hanya dibagi 2, yaitu :
- Level 1 (L1) untuk indikator soal LOTS (Lower Order Thingking Skills) level kognitif C1 (mengingat); C2 (pemahaman); dan C3 (aplikasi/penerapan).
- Level 2 (L2) ntuk indikator soal HOTS (Higher Order Thingking Skills) level kognitif C4 (menganalisis); C5 (mengevaluasi); dan C6 (mengkreasi).
Pengembangan IPK memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Tentukanlah proses berpikir yang akan dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi minimal yang ada pada KD;
- Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat, dan lingkungan/daerah.
- Hanya mengandung satu tindakan;
- Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda;
- Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas, dan mudah dipahami;
- Rumusan IPK menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang bisa diukur;
IPK dikategorikan menjadi 3, yaitu:
- Indikator Kunci, yaitu: (1) indikaor yang sangat memenuhi kriteri UKRK (Urgensi, keterkaitan, Relevansi, dan Keterpakaian); (2) kompetensi yang dituntut pada IPK adalah kompetensi minimal pada KD; (3) memeiliki sasaran untuk mengukur ketercapaian satbdar minimal dari KD; dan (4) dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus teraktualisasi dapal pelaksanaan pembelajaran, dan penagihan soal.
- Indikator Pendukung, yaitu 1) indikator yang membantu peserta didik memahami indikator kunci; 2) dinamakan juga indikator yang berarti kompetensi yang sebelumnya telah dipelajari (pra syarat) dan berkaitan dengan indikator kunci yang dipelajari; dan (3) level kognitif di bawah indikator kunci.
- Indikator Pengayaan, yaitu: 1) mempunyai tuntutan kompetensi yang melebihi tuntutan kompetensi pada indikator kunci atau standar pada KD; 2) tidak harus ada (tidak wajib); 3) dirumuskan jika peserta didik rata-rata memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu peningkatan yang lebih baik dari standar minimal KD.
Untuk menyusun IPK dan/atau indikator soal yang berorientasi Higher Order Thingking Skills (HOTS) terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah menganalisis Kompetensi Dasar (KD), apakah dalam KD tersebut bisa dikembangkan indikator HOTS/ soal HOTS? Karena tidak semua KD dapat dikembangkan IPK HOTS atau dibuat soal HOTS.
Contoh menganalisis KD untuk dirumuskan IPK LOTS dan HOTS:
Mata Pelajaran IPA kelas 5 semester 1 Tema 5: Ekosistem
KD: 3.5 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makana di lingkungan skitar.
Keterangan : pada KD di atas ada KKO menganalisis, ini termamsuk KKO pada level kognitif 4 (menganalisis) dan masuk pada HOTS.
Setelah dinalisis bari dibuat IPK berdasarkan kategori : IPK Pendukung; IPK Inti, dan IPK Pengayaan
KD di atas dapat dirumuskan IPK berdasarkan 3 kategori tersebut:
A. IPK Pendukung
1. Mengidentifikasi komponen-komponen abiotik dan biotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C1);
2. Menjelaskan komponen-komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C2);
3. Mengelompokkan komponen-komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C3);
4. Mengidentifikasi jenis-jenis ekosistem di lingkungan sekitar (C1);
5. Menjelaskan jenis-jenis ekosistem di lingkungan sekitar (C2);
6. Mengidentifikasi hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar I(C1);
7. Menjelaskan hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C2);
8. Menganalisis hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C4);
9. Mengidentifikasi hubungan antar komponen biotik dalam suatu ekosistem di lingkungan sekitar (C1);
10. Menjelaskan hubungan antar komponen biotik dalam satu ekosistem di lingkungan sekitar (C2)
11. Mengelompokkan hubungan antar komponen biotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C3);
12. Menganalisis hubungan antar komponen biotik dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C4);
13. Mengidentifikasi rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C1)
14. Menjelaskan rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan sekitar (C2);
15. Mengklasifikasikan rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan sekitar(C3);
16. Menganalisis hubungan antar rantai makanan dalam ekosistem (C4);
17. Mengidentifikasi jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar (C1);
18. Menjelaskan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar (C2);
19. Menentukan hubungan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar(C2)
20. Menganalisis hubungan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar (C4)
(Level kognitif terdiri dari C1, C2, dan C3 dengan dimensi pengetahuan berada pada dimensi Konseptual dan Prosedural)
B. IPK Kunci
Yang merupakan IPK sangat wajib ada, akeran merupakan tagihan minimal KD.
21. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar.
(level kognitif IPK sesuai dengan level kognitif KD, yaitu menganalisis-C4
C. IPK Pengayaan (tidak wajib)
22. Membandingkan jaring-jaring makanan dalam ekosistem sawah dan air.
(Level kognitif IPK adalah lebih tinggi dari level kognitif IKP Kunci atau KD, yaitu level C5 (mengevaluasi) dengan KKO membandingkan.
KKO Pengetahuan (Kognitif)
Untuk lebih jelasnya, saya bagikan dalam link berikut file menyusun IPK HOTS
Perlu diperhatikan, pembelajaran atau penilaian HOTS bukanlah sebuah pembelajaran yang sulit. Atau menganggap soal HOTS adalah soal yang sulit, akan tetapi soal HOTS adalah soal yang memerlukan proses berpikir pserta didik dalam menyelesaikannya, mendorong peserta didik untuk menghubungkan informasi yang dia miliki dengan infomeasi baru, mendoro peserta didik untuk memechakna masalah yang berkaitan dengan kehidupasn sehari-hari. Soal HOTS bukan soal mengingat atau hafalan recall , tapi soal yang benar-benar menuntuk peserta didik belajar untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.
KKO Keterampilan (Psikomotor)
Dalam soal HOTS harus ada kalimat pengantar yang berupa stimulus untuk peserta didik dalam menyelesaikan soal. Tetapi dalam pernyataan soal.
Untuk lebih lanjutnya pada kesempatan lain, saya akan menshare lewat blog ini langkah-langkah pengembangan soal HOTS. Terima kasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat.
#guruindonesiaagenperubahan


